Bila Tuhan Mendengarkan

Apa pengalaman terindah yang pernah kamu dapatkan dalam hidupmu? Hal yang berkesan yang membuatmu tak ingin melupakannya. Hal berkesan yang membuatmu ingin kembali merasakannya. Hal berkesan yang membuatmu mungkin merasa tenang.

Untukku pengalaman terindah adalah ketika aku berumur 3 tahun. Tanggal 27 Juli 2006 sangat membekas untuk diriku karena malam itu sebuah komet yang indah melintasi langit gelap tanpa satu pun bintang. Langit tanpa bintang yang sunyi dan memuakan tergantikan dengan sebuah komet yang melintas di langit malam itu.

Semua perasaan peluh bagaikan ikut hilang ketika komet itu hancur dalam gemuruh malam. Gemuruh yang singkat, tetapi tergantikan dengan perasaan takjub yang tak akan hilang walau waktu terus berlalu dan keluh kesah kehidupan menghancurkan diriku.

Detik berganti detik, menit berubah menjadi jam, dan hari terus berganti meninggalkan diriku yang bagaikan terus terkekang dalam waktu yang tak berubah. Terkekang dalam suatu dilema yang tak berujung. Dilema yang bagaikan tali yang menjeratku untuk tetap pada tiang yang sama.

Apakah kamu memiliki penyesalan? Aku punya, ya, aku punya banyak penyesalan dalam hidupku. Sudah berapa lama aku terpuruk dalam penyesalan? Mungkin sudah bertahun-tahun atau mungkin kini sudah mencapai angka belasan.

Sungguh rekor yang tak pernah aku gapai sebelumnya. Rekor untuk setia pada satu hal yang sama. Mungkin bila setia pada satu orang yang sama semua orang juga menginginkannya, tetapi bila setia pada penyesalan apakah ada yang menginginkan?

Setia pada penyesalan tentu saja tak ada yang mau, tetapi keadaan yang memaksaku. Keadaan membuatku tak bisa pergi dari kesetiaan ini. Kesetiaan pada satu hal yang bodoh terus menerus kupertahankan. Entah siapa yang bodoh diriku atau orang-orang yang membuatku melakukan hal itu.

Namun, aku masih berharap pada doaku waktu komet itu jatuh. Sebuah permohonan ketika bintang yang jatuh, memang terdengar lucu untuk saat ini, tetapi bila itu benar dapat terjadi setidaknya untuk sekali saja mengapa tidak kucoba.

Bila doaku waktu itu dapat terkabulkan, berarti aku dapat memohon satu hal saat ini. Aku mohon, sungguh aku mohon, aku mohon biarkan aku memperbaiki semuanya. Biarkan aku pergi untuk memperbaiki segalanya. 

You Might Also Like

0 comments