Bintang yang Paling Terang
“Nak, coba kamu lihat ke atas. Bintang mana yang paling terang coba
Wanita kesepian itu duduk dibawah langit gelap yang membutnya mengingat masa lalunya.Teringat pada perkataan orang yang paling ia rindukan saat ini. Kala itu ia masih belum tahu maksud dari pertanyaan itu karena malam itu tak ada sama sekali bintang yang bersinar. Hanya kegelapan yang tampak dari langit yang sunyi itu.
“Aku tidak bisa melihat bintang sama sekali, Bu. Hanya ada langit gelap yang ada didepanku saat ini.” Jawaban dari seorang anak yang masih polos itu hanya disambut senyum hangat dari sang ibu. Ibu yang penyayang itu memeluk sang anak dan menunjuk kearah langit.
“Coba kamu lihat lagi kearah sana!” sang anak berdiri untuk melihat lebih jelas kearah langit gelap itu. Anak kecil itu terdiam sejenak untuk mencari kehadiran sang bintang yang ibunya tunjuk.
“Tak ada, Bu. Tak ada apapun dilangit!” anak kecil yang hanya tahu cara bersenang senang itu terlihat kecewa dan murung. Sang ibu hanya tersenyum melihat anaknya yang tampak murung itu.
“Anakku, bintang selalu ada dilangit. Mereka tak akan pernah pergi dari langit walaupun kamu tak bisa melihatnya dari sini, Ia selalu bersinar tanpa henti untuk mengawasi kita.” Anak kecil yang masih polos itu tak mengerti akan perkataan ibunya. Ia tampak semakin kesal dan merajuk.
Wanita itu masih duduk memandangi langit gelap itu. Air mata mulai membasahi pipinya setetes demi setetes. Ia mencoba untuk memahami maksud perkataan sang ibu dulu. Perkataan yang masih belum ia mengerti, tetapi itu perkataan yang paling berkesan di hatinya.
Waktu berlalu begitu saja. Air mata wanita itu mulai tak terbendung lagi. Ia mulai menyalahkan dirinya karena takpernah tulus membalas kasih sayang ibunya.
“Nak, jangan bersedih lagi. Ibu akan selalu mengawasimu dari tempat yang jauh ini.” Wanita itu terkaget mendengar suara yang tidak diketahui dari mana asalnya itu. Ia melihat kesekeliling namun tak ada seorangpun yang berada di dekatnya.
Wanita itu semakin bingung, kemudian ia melihat kearah langit gelap itu lagi. Ada setitik cahaya dilangit gelap itu sekarang. Cahaya yang sangat redup namun tampak indah.
Wanita itu berdiri dan terus memandangi bintang itu. Matanya berkaca kaca melihat bintang itu. Wajahnya mulai memperlihatkan senyum yang indah. Akhirnya ia mengerti arti dari perkataan sang ibunya dulu, perkataan yang selalu terngiang di kepalanya.
“Terima kasih bu, sekarang kamu cukup melihatku dari atas sana. Aku akan terus berjuang melawan sulitnya hidup ini, sulitnya hidup tanpamu disisiku.”
0 comments