Pendekar Hitam Nusantara - Menyembuhkan Luka - Chapter 11


“Hah, hah, hah...”

Yuri terbangun dengan napas terengah-engah. Ketika ia mencoba untuk bangkit, punggung sebelah kanannya terasa ngilu dan berat. Dia melihat ke pusat rasa sakit itu berasal dan melihat ada sebuah luka yang sangat dalam di punggungnya.

“Indira!”

Luka itu membuatnya teringat kejadian semalam dan disaat itu juga ia terpikirkan Indira yang semalam memaksakan diri datang padanya padahal dia masih dalam keadaan sakit.

Yuri mencoba mencari keberadaan Indira disekitar dan ketika ia melihat kesemua sudut-sudut ruangan, dia baru menyadari bahwa tempat yang saat ini ia tinggali adalah dalem pendekar utama Tetua Jayendra. Tempat yang tidak asing untuknya karena hampir setiap hari dia ke sini untuk berlatih atau belajar sesuatu yang baru.

Saat mata Yuri melihat ke pojok kiri rungan, ia akhirnya menemukan seseorang wanita yang sedang meditasi dan mukannya tampak pucat. Wanita itu adalah wanita yang sama yang membawa Yuri ke tempat ini dalam keadaan pingsan dan wanita yang sedang ia cari. Wanita itu adalah Indira dan saat ini dia sedang memaksakan diri untuk bermeditasi agar tubuhnya pulih.

Indira kesusahan dalam menyerap energi alam karena dia mengalami luka dalam saat serangan babihutan kemarin malam. Luka dalam yang berarti ada beberapa pembuluh darahnya yang terputus, sehingga membuat peredaran kekuatan kanuragan terganggu.

Kekuatan kanuragan memang dapat menyembuhkan pembuluh darah yang terputus itu, tetapi perlu waktu yang lebih lama karena kekuatan kanuragan yang keluar dari bekas luka lebih banyak daripada yang menyembuhkan luka.

Peran obat penyembuh sangat membantu dalam penyembuhan luka karena dengan obat penyembuh kekuatan kanuragan akan dipaksa berhenti keluar dari bekas luka, sehingga proses penyembuhan akan terjadi lebih cepat. Semakin bagus tingkatan obat penyembuh itu maka semakin banyak kekuatan kanuragan yang dicegah keluar.

Tidak lama setelah Yuri duduk, Indira selesai bermeditasi dan tampaknya keadaannya sudah lebih baik daripada saat meditasi tadi karena kali ini muka pucatnya sudah mulai tak terlihat.

“Bagaimana keadaanmu?” tanya wanita itu pada Yuri.

“Sepertinya lukaku akan lama untuk disembuhkan.”

“Tunggu sebentar, biar kupanggil Tetua Jayendra.”

“Oke.”

Indira pergi keluar kamar dan beberapa saat kemudian dia kembali bersama Tetua Jayendra. Tetua Jayendra masuk dengan muka cemas dan takut.

“Bagaimana keadaanmu, Yuri?”

“Aku baik-baik saja, Guru.”

Tetua Jayendra mengeluarkan sesuatu dari kantong yang terlihat kecil, tetapi sesuatu yang keluar dari dalam itu lebih besar dari tempat menyimpannya. Setelah Yuri melihati kantong itu, ia bingung karena ada sebuah aksara yang tidak ia pahami tertulis di bawah kantong itu.

“Ini adalah Kantong Hampa,” ujar Tetua Jayendra karena melihat Yuri yang terlihat penasaran pada benda yang ia pegang.

“Lalu apa guna tulisan yang berada di bawah kantong itu?”

“Itu disebut ‘Manuskrip’. Gunannya agar kantong yang dibuat dengan bahan khusus ini dapat diubah menjadi ‘Kantong Hampa’ yang berisi kekuatan kanuragan dan dapat menyimpan barang lebih besar dari seharusnya.”

“Apakah semua pendekar bisa membuatnya?”

“Tidak, hanya seseorang yang disebut ‘Sarjana’ yang dapat membuatnya.”

“Kenapa?”

“Perlu banyak pemahaman untuk membuat manuskrip, seperti belajar bahasa manuskrip, cara menulis manuskrip, dan lain sebagainya. Guru juga tidak tahu banyak detailnya karena di Benua Selatan ini sarjana sangat sedikit dan mereka sangat dihormati.”

“Hm, memangnya di benua mana para sarjana itu berasal?”

“Benua Utara dan karena itu juga mengapa seni ilusi banyak digunakan di sana.”

“Seni ilusi harus menggunakan manuskrip?” Indira yang sebelumnya hanya mendengarkan Tetua Jayendra dan Yuri mengoborol, secara tiba-tiba kaget mendengar ucapan Tutua Jayendra terakhir dan segera bertanya.

“Iya, mereka akan menggunakan sebuah pena untuk menulis di sebuah media seperti tanah atau sebagainya  dan bila media atau manuskrip itu dihancurkan maka ilusi itu akan hilang.”

“Oh, pantas saja waktu itu para penjagaku kesusahan melawan ilusi itu.”

“Kau pernah bertemu seseorang sarjana?” tanya Tetua Jayendra.

“Itu cukup aneh karena para sarjana tidak terlalu suka ke Benua Selatan dan hanya untuk sekadar mencari masalah.”

“Bukan, mereka berada di tempat asalku.”

“Oh, pantas saja.”

“Tempat asal? Memangnya tempat asalmu di mana Indira?”

Indira terlihat ragu untuk menjawab. Dia hanya memalingkan wajahnya ke samping sambil tersenyum bodoh dan mencoba bersembunyi di balik badan Tetua Jayendra. Tingkahnya seperti anak kecil yang takut dimarahi.

“Sudahlah. Yang lebih penting saat ini menyembuhkan lukamu terlebih dahulu,” ucap Tetua Jayendra pada Yuri.

Tetua mengeluarkan obat dari dalam wadah penyimpanan obat yang sebelumnya ia keluarkan dari dalam Kantong Hampa. Obat yang ia keluarkan berwana hijau atau tingkat empat dan itu membuat Yuri menjadi kaget.

“Anda kaya sekali, Guru.”

“Kalo bukan karena kalian berdua, aku tidak akan mengeluarkan obat mahal ini!” wajah Tetua Jayendra terlihat marah karena kata-kata Yuri.

“Hehehe,” Yuri tersenyum bodoh dan menocba memalingkan wajahnya. Mirip seperti apa yang dilakukan oleh Indira barusan.

“Dasar murid bodoh. Cepat makan ini!” tetua memberikan obat penyembuh berwarna hijau itu kepada Yuri.

“Baik, Guru.”

“Hah, seharusnya semakin cepat kamu meminum obat itu maka semakin baik, tetapi karena kamu pingsan tadi malam aku jadi harus menunggu sampai kamu sadar dulu!”

“Ma... maaf, Guru.”

Yuri memakan obat itu dan tidak lama ia merasakan sensasi panas yang berasal dari pinggang kanan dan kirnya, kemudian berlanjut sampai ke jantung. Detak jantungnya menjadi cepat dan lukanya terasa sangat ngilu dan panas, seperti ada yang terbakar di bagian itu.

“Cepat meditasi!” ujar Tatua Jayendra.

Yuri menyilangkan kakinya dan mulai memejamkan matanya. Dia mencoba menyerap energi alam yang ada sekitar, tetapi perasaan ngilu dan seperti terbakar membuatnya kesulitan konsentrasi.

“Fokuskan pikiranmu, fokuskan kekuatan kanuraganmu di luka yang ada di punggungmu!”

Yuri menarik napas dan mencoba mengalirkan kekuatan kanuragan di punggung kanannya. Sabuk kanuragan mulai keluar dan proses meditasi berjalan sedikit demi sedikit. Detak jantungnya lebih cepat dari biasanya, sehingga udara yang diambil lebih banyak dan penyebaran darah terjadi lebih cepat.

Kekuatan kanuragan yang mengalir dengan kecepatan yang sama dengan darah karena memang kekuatan kanuragan berada di saluran yang sama, membuat kekuatan kanuragan cepat berkumpul di punggungnya.

Luka yang seharusnya membuat kekuatan kanuragan sebagian besar keluar, kini terasa lebih sedikit daripada biasanya. Perasaan panas semakin kuat ia rasakan, tetapi perasaan ngilu lama-kelamaan semakin tidak terasa. Yuri merasa lukannya mulai tertutup dan peredaran darahnya terasa mulai lancar kembali.

Setelah cukup lama bermeditasi, kekuatan kanuragannya mulai lancar dan lukannya sudah tidak terasa lagi. Tubuhnya mulai nyaman lagi dan artinya lukanya sudah mulai tertup.

“Wow, cepat sekali lukannya sembuh,” Indira kaget dengan kecepatan lukannya sembuh.

“Kecepatan meditasinya memang di atas pendekar-pendekar biasa.”

Sabuk kanuragan Yuri mulai menghilang dan artinya ia sudah tidak bermeditasi untuk menyembuhkan luka lagi. Yuri mulai mengumpulkan kekuatan kanuragan di Jantung karena kekuatannya hampir kosong, sebab ia hanya mengisi sedikit kekuatan kanuragan secara alami ketika ia tertidur.

Proses penyembuahan lukanya tidak menggunakan kekuatan kanuragan yang tersimpan karena ia sedang bermeditasi dan kekuatan kanuragan yang ia serap itu secara langsung ia sebarkan keseluruh tubuh.



GLOSARIUM NUSANTARA 01
  1. Meditasi adalah mengumpulkan energi alam yang akan dibuah menjadi Energi Kanuragan dan akan dikumpulkan di Jantung. Selama meditasi gelang sabuk akan dikeluarkan dan akan mengelilingi tubuh. Ini bisa digunakan sebagai prisai juga.
  2. Murid Awal adalah murid yang baru masuk padepokan dan biasanya berada di tingkat putih.
  3. Padepokan adalah tempat belajar ilmu bela diri dan tempat untuk menjadi pendekar.
  4. Pendekar Utama adalah pendekar yang sudah mencapai tahap tertentu dan dijadikan pelatih oleh padepokan.
  5. Sabuk Kanuragan adalah perwujudan kekuatan kanuragan yang berada di jantung. Warna sabuk Kanuragan tergantung tingkatan kanuragan.
    6 .Senjata Fisik Kanuragan adalah senjata yang akan terbentuk ketika kanuragan mencapai tahap Kuning.
  6. Yang Dipertuan Agungkan adalah gelar untuk pemilik padepokan.

You Might Also Like

0 comments