Pendekar Hitam Nusantara - Pendekar Wanita Terkuat - Chapter 1
Bruk... Bruk...*Suara orang dipukuli
“Hahaha dasar orang asing lemah.”
Yuri saat ini sedang terlungkup di tanah dan berada di tengah sekumpulan orang yang sudah siap menghajarnya kembali.
Kondisi ini sudah menjadi hal yang biasa untuk dirinya dan lebih seperti kesehariannya. Perbedaan warna kulit membuat orang-orang yang berada di Padepokan Aryaguna ini menganggap dirinya berasal dari luar Kerajaan Sunda dan hal itu tak biasa untuk sebagian besar orang,.
Memang bila dilihat dari warna kulit Yuri yang lebih kuning dibandingkan orang-orang yang berada di kerajaan dekat dengan Benua Timur ini, membuat mereka berpikir bahwa dia adalah orang dari luar kerajaan.
Sekumpulan 8 orang itu suka merundung Yuri karena dia adalah orang aneh dengan asal-usul yang tidak jelas.
Seseorang yang datang entah dari mana dan dibesarkan dari kecil di tempat asing tentu menjadi hal yang tabu bagi orang-orang di kerajaan manapun karena biasanya seseorang akan pergi dari tempat asalanya dikarenakan mereka melakukan suatu kejahatan atau dikarenakan perang yang berkepanjangan.
Hal itulah yang membuat orang-orang berpikir bahwa Yuri adalah anak dari seorang penjahat yang berusaha menyembunyikan anaknya dan ada beberapa alasan yang lebih tak masuk akal lainnya.
Seseorang maju mendekat pada Yuri yang sedang mencoba berdiri. Orang itu mengambil posisi kaki kanan di belakang dan bersiap menendang bila Yuri sudah berdiri.
Awalnya orang-orang yang suka mengganggu Yuri hanya melukainya dengan kata-kata yang kasar dan melukai hati Yuri. Namun, Yuri yang tidak mengindahkan perkataan mereka membuat mereka kesal dan akhirnya perundungan secara fisik mulai mereka lakukan.
Meskipun cara yang mereka gunakan untuk merundung berubah, tetapi tidak dengan sikap Yuri yang seperti tal peduli. Muka Yuri yang seperti menampilkan ketidakpedulian pada apapun yang mereka lakukan padanya membuat semua orang yang merundungnya semakin kesal dan kekerasan fisik yang mereka lakukan semakin sering.
Seseorang yang sudah menunggu untuk menendang Yuri tadi dibuat kesal setelah melihat muka Yuri yang tersenyum kecil walaupun bajunya sudah compang-camping. Orang itu dengan tidak sabar dan marah mengayunkan kakinya ke arah tubuh Yuri yang masih belum berdiri sepenuhnya.
“Dasar kau!”
Dengan kuat orang itu menendang Yuri hingga terpental beberapa langkah. Orang itu mendekati Yuri lagi, tetapi belum sempat orang itu menendang untuk kesekian kalinya, tiba-tiba dua orang perempuan datang dari belakang kelompok 8 orang itu dan seseorang wanita cantik diantra dua orang itu menarik pria yang akan menendang Yuri.
“Apa yang kau lakukan! Berani kalian berbuat onar di dalam padepokan!”
“Dia itu anak seorang penjahat!” jawab seseorang dari barisan kelompok 8 orang.
“Kalian punya bukti?” wanita misterius itu menyentak dan membuat sekelompok orang itu bingung.
“Tak... tak ada,” semua orang dalam kelompok itu menunduk karena memang mereka tidak memiliki bukti apapun untuk membenarkan tindakan yang barusan mereka lakukan.
“Jadi pergi sekarang juga dari hadapanku dan jangan pernah ganggu dia lagi atau kuhajar kalian satu persatu!”
Sekelompok orang itu dengan pasrah pergi karena mereka takut pada wanita misterius itu.
Awalnya Yuri tidak peduli pada sekelompok orang itu dan juga pada orang misterius yang barusan datang. Namun, perubahan sifat menjadi takut yang diperlihatkan oleh sekelomok orang itu membuat Yuri penasaran akan identitas orang yang barusan melindunginya.
Setelah Yuri melihat muka orang yang membantunya barusan, dia baru sadar bahwa orang yang melindunginya barusan adalah seorang calon pendekar tahap putih bernama Indira. Bukan karena Yuri sudah pernah mengenal Indira, sehingga ia tahu namanya, tetapi karena namanya yang selalu disebut oleh orang-orang membuat Yuri sekadar tahu namanya.
Indira adalah orang yang sangat terkenal di Padepokan Aryaguna ini karena bukan hanya cantik, tetapi juga memiliki kekuatan kanuragan terbesar di antara para murid awal tahun ini. Dia juga menjadi tambah terkenal setelah mengalahkan orang yang sempat menyandang gelar ‘Pembuat Onar Tidak Terkalahkan’.
Setelah para pengganggu tadi pergi, Indira segera mendekat dan mengulurkan tangan pada Yuri yang sudah duduk dan kini sedang membersihkan bajunya. Namun, perbuatan baik yang Indira lakukan barusan tidak mendapat tanggapan positif dari Yuri. Yuri segera menangkis tanggan yang Indira sodorkan dan memilih berdiri sendiri.
Dengan nada marah Yuri berkata, “Aku tidak butuh pertolonganmu!”
Ucapan yang tidak mengenakan itu membuat seseorang yang tadi datang bersama Indira dan sedari tadi hanya diam kini rautnya berubah menjadi marah.
“Heh, udah ditolongin bukannya ngomong terimakasih malah marah-marah!”
Ucapan dari orang yang tidak dikenal oleh Yuri itu tidak ia pedulikan dan Yuri memilih membisu dan segera membalikan badan untuk pergi kembali ke tempat tujuan aslinya, yaitu Pondok Meditasi.
Hal yang Yuri lakukan membuat wanita asing itu bertambah kesal dan berisap untuk mengejar Yuri yang sudah beberapa langkah meninggalkan mereka berdua. Namun, belum sempat wanita itu melangkah, tubuhnya dihentikan dengan sebuah tangan yang memegang pundaknya.
Wanita asing itu langsung sadar bahwa tangan itu milik temannya yang tak lain adalah Indira. Indira yang sedari tadi hanya diam dan memperhatikan Yuri yang pergi meninggalkan mereka kini berkata dengan sedikit tersenyum, “Biarkan dia, sepertinya ia memang tidak membutuhkan pertolongan kita.”
“Tapi, Ra....”
“Sudahlah, kita juga punya urusan lain dengan Pendekar Utama kita.”
0 comments