Pendekar Hitam Nusantara - Takdir dan Bakat - Chapter 2


Yuri tersadar kembali dari meditasi yang barusan ia lakukan. Mukanya masih menunjukan wajah kesal karena kejadian yang barusan ia hadapai. Bukan kejadian karena dirundung sebab dirundung sudah menjadi hal yang biasa untuknya dan ia kini sudah kebal dengan semua hal itu. Terlebih lagi karena kekuatan kanuragan mereka yang lebih rendah darinya membuat serangan-serangan yang mereka berikan tidak terlalu terasa.

Hal yang membuat Yuri kesal sedari tadi siang adalah fakta bahwa dia dilindungi oleh seorang wanita. Ia tidak ingin dilindungi oleh wanita karena menurutnya kodrat dari seorang pria adalah melindungi wanita dan bila seseorang wanita melindungi pria itu menjadi sebuah penghinaan yang besar. Setidaknya itu adalah hal yang diajarkan oleh Pendekar Utama yang selama ini mengasuhnya dari kecil.

Yuri tidak mengenal siapa rama dan biyungnya karena sejak kecil ia sudah dibesarkan di padepokan ini oleh Tetua Jayendra, Pendekar Utama yang sudah seperti ramanya sendiri. Dia dibawa ke padepokan ini ketika ia masih bayi, sehingga Yuri tak mengingat muka dari kedua orang tuanya itu. Hal ini juga yang menjadi penyebab isu-isu bahwa dia adalah anak yang disembunyikan karena pelarian orang tuanya.

Yuri pernah bertanya mengenai keberadaan kedua orang tuanya, tetapi balasan yang ia dapat dari Tetua Jayendra hanyalah kata sabar. Berkali-kali di tanya jawabannya hanyalah perkataan yang sama. Tetua Jayendra hanya berkata bahwa orang tunya masih hidup hanya saja mereka tidak bisa menemui ia karena sesuatu keadaan.

Saat pertama kali mendengar hal itu, Yuri yang masih polos mengira apa yang dikatakan orang-orang bahwa orang tua Yuri adalah penjahat benar. Namun, Tetua Jayendra malah menghukumnya dan menceritakan bahwa Yuri terlahir dengan kanuragan yang besar yaitu 10, padahal nilai kanuragan biasanaya dikelompokkan menjadi 3 saja, yaitu orang normal 0, calon pendekar 1 sampai 4, dan calon pendekar berbakat 4 sampai 5. Sangat jarang seseorang dapat terlahir dengan kekuatan kanuragan di atas 5 apalagi sampai 10, sehingga orang tua Yuri memutuskan untuk menyembunyikan Yuri setidaknya untuk sementara waktu.

Perkembangan kanuragan Yuri juga terbilang cepat karena ia saat ini sudah berada di tingkat putih tahap tiga dan rata-rata calon pendekar saat ini masih berada di tingkat putih tahap dua atau satu. Tidak lama lagi sampai ia menembus ke tingkat kuning. Perkembangan yang sangat cepat bahkan bila dibandingkan pendekar-pendekar manapun di benua selatan ini.

Takdir dan bakat yang bagus dapat membuat semua iri dan bahkan dapat mengancam nyawa setiap orang yang berada di Nusantara ini. Yuri sadar akan hal itu, sehingga lama kelamaan Yuri mulai tabah menghadapi semua siksaan dari para perundung itu dan dengan baik menyembunyikan kekuatannya yang sesunguhnya.

Saat ini usianya sudah 9 tahun dan artinya 1 tahun lagi dia akan mengikuti Ujian Murid Awal untuk calon pendekar seusianya. Mungkin terdengar tidak adil bagi orang-orang dengan bakat biasa karena mayoritas calon pendekar akan berada di tingkat putih tahap dua ketika ujian dilaksankan dan otomatis mereka akan langsung gugur pada ujian tahap pertama. Mereka yang gagal dapat mengulang berkali -kali lagi di tahun depannya. Jadi semua merasa tidak terlalu keberatan untuk mengikuti ujian.

Ujian Awal Murid bukan hanya menjadi ujian untuk menjadi pendekar bagi Yuri, tetapi juga menjadi penentu apakah dia dapat bertemu dengan kedua orang tuanya atau tidak karena ia pernah dijanjikan dapat bertemu kedua orang tuanya jika ia lulus dari ujian itu. Jika dia lulus tahun besok dia akan segera bertemu kedua orang tunaya dan hal itu menjadi alasan lain untuknya segera lulus.

You Might Also Like

0 comments