Pendekar Hitam Nusantara - Tombak Bermata Tiga - Chapter 10


Setelah kedua pria itu merencanakan serangan dengan suara berbisik-bisik dan Yuri sudah mengumpulkan kekuatan lagi karena serangan barusan membuat ia cukup kelelahan karena harus menyerang dengan kekuatan dan kecepatan yang berada di tingkat melebihi seharusnya.

Pria bermuka garang atau yang memegang golok maju lebih dahulu dan diikuti pria pemegeng rencong tepat di belakangnya. Mereka membentuk barisan yang sejajar ke belakang dan keduanya siap menyerang bila musuh mereka maju.

Yuri bingung pada apa yang musuh lakukan. Mereka berdua ungul pada hal jumlah, tetapi entah mengapa saat ini mereka melakukan taktik seperti orang bertahan.

Namun, Yuri tak pikir panjang lagi, ia merasa cukup percaya diri untuk dapat menjatuhkan salah satu dari mereka karena senjata mereka berdua lebih pendek dari orang yang barusan ia jatuhkan yang kini masih terbaring di tanah dan berusaha menutup lukanya dengan kekuatan kanuragan.

Yuri maju ke depan dan diikuti musuh yang ikut maju secara perlahan-lahan. Ketika jarak mereka kurang lebih dua langkah, mereka saling betukar posisi dengan berputar-putar di pusat yang sama, hingga akhirnya ketika putaran ketiga secara tidak terduga pria pemegang golok berlari dan berusaha menendang perut Yuri.

Serangan itu tidak terlalu cepat karena pengguna golok memang biasanya hanya mengandalkan kekuatan serangan daripada kecepatan, sehingga Yuri yang reflek segera menangkap kaki itu kemudian mengangkatnya setinggi mungkin hingga badan Yuri hanya beberapa jengkal dengan tubuh pria bermuka garang itu.

Pria yang berada di belakangnya kaget karena serangan mereka gagal dan malahan kini rekannya menjadi sandra musuh. Pria pemegang rencong itu ragu untuk menyerang karena takut mengenai tubuh rekannya dan Yuri memanfaatkan kebingungan musuh itu untuk dapat mengalahkan mereka sekaligus.

Yuri melemparkan tubuh pria bermuka garang itu tepat di muka rekannya, sehingga pria pemegang rencong itu kehilangan pandangan ke Yuri dan kuda-kudanya sedikit tergoyahkan karena harus menangkap tubuh rekannya yang hampir menabraknya.

Pandangan musuh yang teralihkan itu Yuri gunakan untuk diam-diam kebelakang pria pemegang rencong itu dengan cara melompat dan berguling kemudian dengan cepat menyerang punggung pria itu.

Tubuh pria yang tampak tidak bersahabat itu terluka cukup dalam dan kedua pria yang menyerang Yuri secara bersamaan itu kini tertumpuk menjadi satu.

Yuri yang masih merasa kelelahan karena melakukan serangan dengan kecepatan yang seharusnya bukan tingkatannya itu memaksakan diri untuk berdiri, tetapi anehnya ketika ia sudah hampir berdiri, ia merasakan sensai berat bada bahu kanannya.

Yuri menengeok ke belakang dan tanpa terduga ia melihat sebuah senjata bermata tiga berbentuk tombak sudah menusukkan salah satu matanya yang paling pojok ke bahu kanannya. Senjata trisula itu tak lain dan tak bukan adalah milik pria yang sedari tadi mencoba menutup lukanya.

Pria itu masih kesulitan berdiri dan tetap terduduk, tetapi karena senjatanya sangat panjang dan dia mendapatkan posisi yang bagus karena berada di titik buta lawannya, pria itu memaksakan diri untuk mengangkat trisulanya dan segera menyerang musuhnya yang masih kecapekan sehabis melawan rekan-rekannya.

Pertahanan yang sudah Yuri abaikan membuat trisula itu menembus punggungnya dengan mudah. Untungnya musuh Yuri masih kesakitan dan tidak punya tenaga terlalu banyak, sehingga serangan dari trisula itu hanya satu mata yang berhasil menembus punggungnya.

Yuri yang kesakitan segera menarik badannya dari tombak itu kemudian melompat mundur dan membuat bentuk pertahanan duduk dengan posisi kaki kiri ditekuk menghadap depan, sedangkan kaki kanan lurus kebelakang agar ketika musuh maju ia dapat berdiri dengan cepat.

Setelah Yuri mendapat posisi bertahan yang  tepat dan juga musuh masih mencoba memulihkan luka masing-masing, ia juga melakukan hal yang sama dengan mereka yaitu mencoba menggumpulkan kekuatan kanuragan pada lukanya agar luka itu dapat sembuh secara bertahap.

Ketiga pria itu tersenyum ketika melihat Yuri terluka. Pria pemegang trisula yang sudah mulai pulih dan dapat berdiri, mencoba mendekati Yuri untuk menyerang lagi. Mereka bertiga sudah lupa tujuan awal yang hanya ingin memperingatkan, tetapi kini mereka terbawa emosi untuk segera membunuh orang yang sudah membuat luka
pada diri mereka.

Tidak lama hingga musuh menyerang Yuri lagi, tetapi tubuh Yuri masih terlalu lemah untuk sekadar bertahan. Yuri menyilangkan kedua karambitnya di depan kepala agar ketika serangan musuh datang, setidaknya dia dapat menangkis beberapa serangan itu.

“Berhenti!” sebuah teriakan yang terasa lemah dan seperti datang dari orang yang sedang sakit terdengar dari arah jalan mendaki bukit yang terhubung dengan padepokan.

Semua orang memalingkan wajah untuk melihat sumber suara dan ternyata suara itu berasal dari indira yang datang dengan wajah ngos-ngosan karena berlari dan badanya masih sempoyongan, tetapi tetap memaksakan diri untuk berjalan.

“Nyonya!” ketiga pria itu segera meberi salam dengan muka takut.

Indira tidak mengindahkan salam dari ketiga pria itu dan lebih memilih mendekat ke Yuri yang kini sudah terbaring di tanah dengan perasaan lega.

Setelah wanita itu sampai, ia segera memegangi luka Yuri dan mencoba membantunya untuk berdiri. Muka khawatir muncul dari wajah India dan Yuri yang melihat wajah itu hanya tersenyum kecil.

Indira melihat ke arah ketiga pria dan dengan marah berkata, “Awas nanti kalian! Cepat kembali!”

“Bagaimana lukamu? Sudah tak ada kekuatan untuk menutupnya?”

“Kau sendiri kenapa ke sini? Lukamu juga belum benar-benar sembuh, kan?”

“Aku sudah lebih baik daripada kamu saat ini!” muka wanita itu sedikit kesal.

Indira tak mau menunggu lama lagi, ia segera menenteng Yuri untuk pergi ke dalem pendekar utama yang menjaga Yuri sejak kecil agar Yuri mendapatkan pertolongan.




GLOSARIUM NUSANTARA 01
  1. Meditasi adalah mengumpulkan energi alam yang akan dibuah menjadi Energi Kanuragan dan akan dikumpulkan di Jantung. Selama meditasi gelang sabuk akan dikeluarkan dan akan mengelilingi tubuh. Ini bisa digunakan sebagai prisai juga.
  2. Murid Awal adalah murid yang baru masuk padepokan dan biasanya berada di tingkat putih.
  3. Padepokan adalah tempat belajar ilmu bela diri dan tempat untuk menjadi pendekar.
  4. Pendekar Utama adalah pendekar yang sudah mencapai tahap tertentu dan dijadikan pelatih oleh padepokan.
  5. Sabuk Kanuragan adalah perwujudan kekuatan kanuragan yang berada di jantung. Warna sabuk Kanuragan tergantung tingkatan kanuragan.
  6. Senjata Fisik Kanuragan adalah senjata yang akan terbentuk ketika kanuragan mencapai tahap Kuning.
  7. Yang Dipertuan Agungkan adalah gelar untuk pemilik padepokan.

You Might Also Like

0 comments