Pendekar Hitam Nusantara - 3 Pendekar Tahap Kuning - Chapter 9
Yuri yang kaget karena semua lawannya adalah tingkat kuning dan sudah memiliki senjata fisik kanuragan segera melakukan pasang umum karena dia belum mendapat teknik beladiri fisik apapun. Teknik beladiri sejati perlu di selaraskan dengan senjata fisik yang dimiliki seorang pendekar, sehingga perlu tingkat kuning ke atas untuk memilih teknik-teknik itu.
Tidak lama setelah ia melakukan pasang, sabuk kanuragan Yuri yang masih berwarna Putih keluar dan sekaligus menjadi pertanda bahwa pertandingan akan segera dimulai.
Menyadari dirinya kalah senjata dari musuhnya, Yuri segera mengeluarkan pedang sementaranya yang berada di pinggangn dan bersiap menghadapi musuhnya dengan posisi kuda-kuda kanan depan. Yuri sadar bila senjata mereka bertabrakan secara langsung ia akan kalah, sehingga tidak ada hal yang lain selain menunggu momentum yang tepat untuk dapat menyerang musuhnya.
Setelah senjata pria itu keluar dengan sempurna, pria itu tanpa basa-basi maju menyerang Yuri. Yuri yang berada diposisi yang tidak menguntungkan hanya dapat mengandalkan kecepatannya untuk mencari celah.
Ketika pria itu berada di jarak sekitar dua langkah, ia secara mendadak memanjangkan badannya dengan cara melakukan kuda-kuda kanan depan yang ditekuk sejauh mungkin kedepan kemudian tangannya melakukan tusukan lurus sejauh mungkin yang dapat tubuhnya jangkau.
Serangan mendadak itu membuat Yuri kaget karena jarak serangan yang terbilang jauh dan perbedaan model serangan yang biasanya ia pelajari. Untungnya reflek Yuri sangat cepat, sehingga ia dapat menghindari serangan musuh dengan cara jongkok dan dengan cepat menyerang musuh dari posisi jongkoknya itu.
Yuri menyerang badan musuh dengan cara menusukkan pedangnya ke perut setelah ia jongkok dan kemudian melompat berguling. Ketika sudah berada di depan musuhnya, ia langsung mencoba menyerang.
Pertahanan dari tubuh seorang tingkat kuning tentunya bukan sekadar nama saja. Senjata biasa yang digunakan Yuri tidak berefek menghadapi pertahanan musuh. Pria itu hanya terpental mudur, bajunya sobek dibagian perut, dan sedikit luka yang membuat darah muncul.
Ketiga pria itu kaget karena Yuri dapat melukai seseorang tingkat kuning padahal Yuri masih berada di tingkat putih dan ia hanya menggunakan senjata biasa. Ini masih satu tahun sebelum ujian murid awal dimulai dan biasanya para pendekar-pendekar awal itu masih berada di tingkat yang rendah dan tentunya belum bisa memberikan serangan pada musuh yang berada di tingkat kuning,
Mereka tidak tahu bahwasalnya Yuri sudah berada di tingkat putih tahap tiga atau sebentar lagi akan memasuki tahap kuning, sehingga membuat serangannya tidak kalah dari tahap kuning awal. Hanya saja karena belum memiliki senjata fisik kanuragan membuat Yuri tak bisa memberikan efek yang dalam dan sialnya juga musuhnya barusan berada di tingkat kuning tahap dua. Jika hanya tahap satu mungkin ia akan lebih memberikan efek yang lebih dalam lagi.
Kedua pria lain yang sebelumnya hanya melihati Yuri diserang kini berubah menjadi marah karena merasa terhina bahwa tahap kuning dapat diberi luka oleh tahap putih. Dengan perasaan marah mereka segera memangil sabuk kanuragan dan senjata fisik kanuragan masing-masing.
Orang bermuka garang membentuk pasang dengan bentuk tangan seperti ular dan posisi kaki mirip dengan pria sebelumnya, sedangkan pria yang terlihat tenang membentuk tangan dan kaki seperti monyet yang hampir mengaruk kepala. Kedua beladiri itu semuanya asing untuk Yuri dan tidak biasa untuk orang-orang Kerajaan Sunda.
Setelah beberapa waktu kemudian senjata fisik kanuragan mereka keluar. Pria bermuka garang mengeluarkan golok, sedangkan pria satunya mengeluarkan trisula (tombak). Senjata jarak menengah dan jarak jauh. Kombinasi yang cukup bagus karena senjata trisula dapat membuat orang takut mendekat, sedangkan orang yang lainnya dapat menyerang dari jarak yang masih terhitung lumayan jauh.
Yuri memutar otak, ia tahu jika ia menyerang secara langsung ia akan kalah telak tanpa dapat melakukan perlawanan sedikitpun dan terlebih lagi ternyata ketiga musuh sudah berada di tahap kuning.
Yuri mundur beberapa langkah dan segera menjatuhkan pedang menengahnya.
“Apakah kamu takut?” pria garang menyeringai pada Yuri.
Apa yang dilakukan oleh Yuri bukanlah tanda dia menyerah, tetapi itu adalah tanda dia akan lebih serius kali ini. Setelah pedangnya jatuh, Yuri dengan tiba-tiba berlari kearah dua pria itu dengan tangan berada di belakang pinggang.
Beberapa langkah lagi hingga Yuri sampai di dekat mereka, dengan cepat ia mengeluarkan senjata lain yang sudah ia sembunyikan sejak dulu dan hanya akan ia keluarkan jika dalam keadaan mendesak.
Senjata yang ia sembunyikan di belakang badannya dan disimpan pada sebuah sarung yang melekat seperti sebuah ikat pingang, ia keluarkan dengan kedua tangannya karena senjata rahasia itu adalah senjata jarak dekat bermodel ganda.
Senjata itu bernama ‘Karambit’ dan menjadi senjata rahasia Yuri yang sudah ia pelajari bertahun-tahun bersama Tetua Jayendra. Menggunakan senjata itu bila terlalu terus terang memang sangat sulit karena jarak jangkauannya yang sangat dekat, tetapi keunggulan dalam kecepatan menjadi hal yang membuat senjata itu mematikan bila musuh membiarkan penggunanya berada di jarak serang kedua karambit itu.
Setelah senjata itu keluar, tangan Yuri ia silangkan di depan dan seperti menutupi kepalanya. Hal ini bertujuan untuk menghalangi dan mengecoh pandangan musuh dari arah pandangan sang pengguna karena arah pandangan akan menjadi tujuan dari lompatan sang pengguna.
Lompat ke kanan atau kiri, pilihan itu harus Yuri ambil karena bila ia tidak melakukan lompatan yang membuat ia berada di dekat musuh, ia tidak akan bisa menyerang karena senjata yang musuh gunakan memiliki jarak serang yang lebih jauh, sehingga mau tidak mau dia harus mengecoh musuh dan kemudian mempersempit jarak agar dapat memberikan serangan pada musuh.
Sebelum melakukan serangan, Yuri mengingat apa yang Indira lakukan semalam. Dia memusatkan kekuatan kanuragannya di senjata dan kaki, sehingga mengabaikan pertahanan. Ketiga orang itu kaget ketika Yuri melakukan pemfokusan kekuatan kanuragan itu karena memang di padepokan ini tidak diajarkan dan tidak akan pernah diajarkan oleh satu pendekar utama pun.
“Siapa yang mengajarimu melakukan itu?” tanya orang yang terlihat tidak peduli dengan muka serius.
“Nyonya kalian!”
Ketika Yuri sudah berada di jarak 1 langkah lagi dengan pria yang memegang trisula, Yuri segera melompat ke kanan kemudian berguling dan dengan cepat melukai kaki pria yang tampak selalu tenang itu. Serangan yang sudah dikuatkan itu menghasilkan luka yang cukup dalam pada paha musuh dan membuat musuh teriak kesakitan dan sekaligus terjatuh karena keseimbangannya tergoyahkan.
Serangan dan kecepatan Yuri saat ini setara dengan tingkat kuning tahap akhir, tetapi disaat yang bersamaan pertahanan dirinya seperti orang biasa tanpa kekuatan kanuragan yang melindunginya.
Musuh Yuri sadar akan kelemahan itu, sehingga setelah pria yang memegang rencong itu dapat berdiri, ia segera mendekat pada pria pengguna golok untuk merencanakan serangan gabungan.
GLOSARIUM NUSANTARA 01
- Meditasi adalah mengumpulkan energi alam yang akan dibuah menjadi Energi Kanuragan dan akan dikumpulkan di Jantung. Selama meditasi gelang sabuk akan dikeluarkan dan akan mengelilingi tubuh. Ini bisa digunakan sebagai prisai juga.
- Murid Awal adalah murid yang baru masuk padepokan dan biasanya berada di tingkat putih.
- Padepokan adalah tempat belajar ilmu bela diri dan tempat untuk menjadi pendekar.
- Pendekar Utama adalah pendekar yang sudah mencapai tahap tertentu dan dijadikan pelatih oleh padepokan.
- Sabuk Kanuragan adalah perwujudan kekuatan kanuragan yang berada di jantung. Warna sabuk Kanuragan tergantung tingkatan kanuragan.
- Senjata Fisik Kanuragan adalah senjata yang akan terbentuk ketika kanuragan mencapai tahap Kuning.
- Yang Dipertuan Agungkan adalah gelar untuk pemilik padepokan.
0 comments