Pendekar Hitam Nusantara - Hewan Buas Kanuragan - Chapter 5
“Satu, dua, tiga....”
“Kuatakan kuda-kuda!”
“Kuda-kuda kanan depan!”
“Pukul kiri, pukul kanan, tendang kanan, letakan kaki, gunting!”
“Berdiri!”
“Apa itu, lemah sekali pukulan kalian. Kuda-kuda tengah!”
“Pukul kanan kiri secara bergantian sampai saya bilang berhenti!”
Seseorang pendekar utama sedang memberikan intruksi pada para pendekar awal yang sedang berlatih teknik dasar pencak silat. Ia akan mengawasi bila ada gerakan dan pola yang salah dari para pendekar awal yang ia asuh.
Matahari tak lama lagi akan tenggelam dan senja mulai menghiasi langit sore. Menjadi pertanda bahwa hari akan segera berakhir tak lama lagi dan sekaligus menjadi pertanda bahwa latihan sore itu berakhir.
Semua pendekar mulai membubarkan diri dan pergi ke tempat yang mereka inginkan masing-masing. Begitu pula dengan Yuri yang saat ini sudah berlari keluar dari pondok pendekar dan menuju bukit belakang padepokan.
Kegiatan yang sudah hampir ia lakukan setiap hari ini kini sudah hampir genap menjadi satu minggu sejak pertama kali ia memulainya. Ia akan pergi ke bukit belakang padepokan untuk sekadar berjumpa dengan wanita yang seharusnya masih asing untuknya karena ia tidak tahu apapun selain nama wanita itu.
“Kau datang lagi?”
“Hahaha iya. Lagipula tempat ini tidak ada yang punya.”
Wanita itu tidak merespon perkataan Yuri. Ia hanya tersenyum kecil dan segera kembali pada meditasinya. Yuri yang sebelumnya memang hanya berniat bersantai di tempat ini sehingga ia hanya duduk-duduk di batu dan melihat-lihat sekitar.
Matahari mulai terbenam dan langit senja mulai digantikan gelapnya dunia malam. Suasana yang menenagkan bagi semua mahluk di dunia ini. Namun, ketenangan itu tak berlangsung lama karena ada sebuah bunyi yang datang entah dari mana.
“Ngrok.. Ngrok...”
Sebuah bunyi yang terasa tidak asing untuk Yuri membuatnya segera mengeluarkan pedang sedangnya dari sarungnya. Pedang yang ia bawa adalah senjata sementara yang biasanya para pendekar awal gunakan sebelum mereka mendapat senjata fisik kanuragan. Senjata itu mereka gunakan sebagai pertahanan diri dan sekaligus alat untuk latihan.
Respon siaga yang dilakukan oleh Yuri dilakukan pula oleh Indira. Ia dengan cepat tersadar dari meditasnya dan segera mengambil pedang yang ada di hadapannya.
Suara itu memang tidak asing, tetapi itu pula yang membuat mereka waspada karena seharusnya suara yang barusan mereka dengar berasal dari babihutan. Babihutan memang jarang dijumpai di tempat ini karena bila babi hutan ada di sekitar padepokan ini pastinya akan langsung dibunuh oleh pendekar yang berada di tingkat kuning ke atas.
Untuk pendekar tingkat putih seperti mereka berdua memang terlalu berbahaya bila menghadapi babihutan itu secara langsung karena senjata yang mereka gunakan hanyalah senjata biasa dan akan sulit untuk menembus kuli babihutan yang keras.
Setidaknya babihutan yang berada di hutan ini berusia 10 hingga 30 tahunan. Walalupun babihutan liar itu setidaknya berada di tingkat putih tahap satu atau dua, tetapi kekuatan mereka setara dengan pendekar tingkat kuning tahap satu atau dua.
‘Hewan Buas Kanuragan’ memanglah sangat berbahaya karena hewan buas kanuragan terlahir dengan kekuatan yang lebih besar daripada manusia pada umumnya. Umur hewan buas akan menjadi kekuatan kanuragannya karena hewan buas kanuragan tidak bisa bermeditasi, tetapi mereka tetap menyerap energi alam secara tidak sadar dan alami. Oleh karena itu, setidaknya tiap tahunnya mereka akan bertambah satu nilai kanuragan dan sebab itu pula umur mereka dapat dijadikan patokan kekuatan mereka.
Namun, karena hewan buas dapat diserap oleh pendekar yang berada di tingkat hijau untuk dijadiakan ‘Senjata Hewan Buas Kanuragan’ dirinya maka hewan-hewan buas itu sering dicari untuk dijadikan kekuatan tambahan dan sebagai bukti bahwa hewan itu sudah diserap maka sabuk kanuragan hewan buas itu akan terlihat di tubuh sang pendekar yang menyerapnya. Kekutan seorang pendekar akan meningkat pesat karena tambahan hewan buas itu.
Gruduk.. Gruduk...
Bunyi langkah kaki mulai terdengar dan lama kelamaan mulai terasa mendekat. Yuri segera mendekat pada Indira dan mereka membuat posisi bertahan yang sudah diajarkan di padepokan.
“Sudah tingkat berapa kamu sekarang?” tanya Yuri pada wanita itu.
“Tingkat putih tahap dua. Bagaimana denganmu?” Yuri tampak ragu untuk menjawab.
“Yah, setidaknya sedikit lebih kuat daripada kamu.”
Muka Indira sedikit kesal kerena jawban dari Yuri yang setengah-setengah, tetapi untuk saat ini ia sedikit tidak mempedulikan terlebih dahulu karena bunyi dari langkah babihutan itu sudah terdengar dengan sangat jelas dan tidak lama lagi akan sampai kedekat mereka.
“Ngrok.. Ngrok...”
Ada 3 babihutan yang datang dari dalam hutan dan mereka tampak tidak sadar pada awalnya jika Yuri dan Indira berada di pinggir tebing. Matahari sudah terbenam sehingga para babihutan itu sedikit kesulitan mencari keberadaan mereka.
Namun, mereka berdua sadar tidak lama sampai para babihutan itu mengetahui keberadaan Yuri dan Indira sehingga Yuri menyuruh Indira untuk mengelurakan sabuk kanuragannya agar mereka dapat menghadapi ketiga hewan buas itu dengan kekuatan maksimal.
Yuri dan Indira memfokuskan pikiran dan memerintahkan jantung untuk membuka penyimpanan kanuragannya dan dengan begitu kekuatan kanuragan yang tersimpan di jantung secara bertahap mengalir kesetiap penjuru tubuh melalui pembuhluh darah dan ketika seluruh tubuh sudah terpenuhi oleh kekuatan kanuragan maka muncul sebuah cahaya yang keluar dari arah jantungnya dan terbentuklah sabuk kanuragan sebagai perwujudan kekuatan kanuragan yang memenuhi tubuh.
Keluarnya cahaya yang terang dari dua sabuk kanuragan membuat para babihutan menyadari posisi mereka berdua. Segera mereka berlari ketempat yang lebih luas karena akan terlalu berbahaya bila mereka tetap berada di pinggir tebing.
Ketiga hewan itu segera berlari mendekati mereka dengan kekuatan penuh. Yuri segera menyilangkan pedangnya agak jauh dari badannya dan tangan kirinya membuat posisi bertahan tepat di depan badannya sedangkan Indira memposisikan tangan yang memegang pedang di depan perut dan tangan kirinya di dekat kepala. Tanpa aba-aba, mereka berdua langsung memfokuskan kekuatan kanuragan mereka untuk membuat sebuah lingkaran yang menyelubungi mereka berdua.
Ketiga babihutan tanpa komando itu hanya menyerang dari depan, sehingga Yuri dan Indira membuat posisi sejajar untuk menangkis serangan pertama. Prisai yang terbentuk dari kekuatan kanuragan mereka berdua ditabarak dengan kekuatan yang setara 3 orang pendekar tahap kuning. Tentunya prisai itu tidak kuat dan akhirnya pecah.
Tepat sebelum kepala babihutan itu menyentuh mereka berdua, secara reflek mereka berdua segera melompat ke samping kanan dan kiri. Para babihutan segera berbalik arah dan siap untuk melakukan serangan kedua mereka.
Yuri yang sadar tidak mungkin untuk melakan hal yang sama memilih untuk melangkah maju dan menyerang seekor babihutan yang paling dekat dengannya. Babihutan itu maju dengan kekuatan penuh dan karena pola pergerakan mereka sama dan mudah dibaca, membuat Yuri dengan mudah menghindarinya dengan cara melompat sedikit kesamping.
Ketika melompat ke samping, pedangnya ia ayunkan ke samping atau ke arah tubuh dari sang babihutan dan serangan itu berhasil mengenai badan babihutan itu. Namun, karena yang ia gunakan hanya pedang biasa, membuat babihutan itu tidak mengalami luka serius dan hanya membuat luka yang tak dalam di sekitar badannya.
Indira yang sadar langsung mengerubungi tubuhnya dengan kekuatan kanuragan dan diikuti dengan Yuri yang melakukan hal sama. Kedua babihutan yang lebih dekat dengan Indira mencoba menyerangnya dengan pola yang sama.
Indira melompat kesamping dan dengan mudah ia berhasil menyerang salah satu babihutan itu. Serangan yang Indira berikan membuat luka yang cukup dalam dan membuat babihutan yang barusan terkena serangan berjalan kesakitan.
GLOSARIUM NUSANTARA 01
1. Meditasi adalah mengumpulkan energi alam yang akan dibuah menjadi Energi Kanuragan dan akan dikumpulkan di Jantung. Selama meditasi gelang sabuk akan dikeluarkan dan akan mengelilingi tubuh. Ini bisa digunakan sebagai prisai juga.
2. Murid Awal adalah murid yang baru masuk padepokan dan biasanya berada di tingkat putih.
3. Padepokan adalah tempat belajar ilmu bela diri dan tempat untuk menjadi pendekar.
4. Pendekar Utama adalah pendekar yang sudah mencapai tahap tertentu dan dijadikan pelatih oleh padepokan.
5. Sabuk Kanuragan adalah perwujudan kekuatan kanuragan yang berada di jantung. Warna sabuk Kanuragan tergantung tingkatan kanuragan.
6. Senjata Fisik Kanuragan adalah senjata yang akan terbentuk ketika kanuragan mencapai tahap Kuning.
7. Yang Dipertuan Agungkan adalah gelar untuk pemilik padepokan.
0 comments