Pendekar Hitam Nusantara - Luka Dalam - Chapter 6
Yuri merasa Indira dapat mengatasi kedua babihutan itu, sehingga ia memutuskan untuk fokus pada babihutan yang ada di dekatnya dan segera membunuhnya kemudian membantu wanita itu.
Kali ini karena Yuri sudah tahu pola serangan babihutan itu dengan baik, ia memutuskan untuk melakukan serangan pertama. Ia berlari mendekat dan dibalas oleh babihutan itu dengan berlari kearah Yuri dengan kekuatan penuh.
Yuri kali ini tidak melompat kesamping. Ketika babihutan itu tepat berlari kedepannya dan melompat, ia segera membelokkan badannya dan menyerang leher babihutan itu dengan kekuatan penuh. Leher babihutan berhasil tertembus cukup dalam sehingga darah memuncrat dari leher babihutan itu.
Babihutan yang sudah kehabisan banyak darah terkapar tak berdaya dan mati. Yuri yang sudah mengahabisi musuhnya segera mengambil napas dan mengumpulkan tenaga lagi untuk membantu Indira yang masih melawan dua babihutan di dekatnya.
“Argh...”
Suara teriakan itu berasal dari Indira yang mengeram kesakitan karena seekor babihutan yang ia lawan menabraknya dari belakang. Yuri yang kaget segera melihat kearah wanita itu dan berteriak, “Kamu tak apa-apa?”
“Aku baik-baik saja.”
Kedua babihutan bergerak mendekat lagi dengan kekuatan penuh dan dengan cepat Indira memfokuskan kekuatan kanuragannya di pedangnya. Ia membiarkan pertahanannya melemah, tetapi itu berbanding terbalik dengan serangannya yang meningkat pesat.
Apa yang dilakukan oleh Indira sangat unik karena dasar dari penggunaan kekuatan kanuragan di Benua Selatan ini sangat berbeda dengan apa yang ia lakukan sekarang. Selama ini padepokan selalu mengajarkan untuk menyelubungi tubuh dengan kekutan secara menyeluruh karena dengan cara itu kekuatan tubuh akan menigkat pesat secara keseluruhan.
Namun, saat ini apa yang dilakukan oleh Indira membuat setiap orang yang melihatnya bertanya-tanya. Bagaimana dia dapat menghilangkan kekuatan kanuragan di tubuhnya dan memfokuskannya di pedang. Bahkan para pendekar utama di padepokan ini tak pernah melakukannya.
Gruduk... Gruduk...
Babihutan itu berlari dengan cepat dan mengincar Indira. Yuri yang berjarak sekitar 15 langkah darinya tidak sempat untuk membantunya. Kedua babihutan itu lebih dekat dari Indira dan menyerangnya secara bersamaan serta berlari secara sejajar.
Indira melompat kesamping menghindari kedua babihutan itu kemudian disaat yang bersamaan menyerang salah satu babihutan dengan pedangnya yang sudah diperkuat. Ketika pedang itu mengenai leher salah satu babihutan, pedang itu dengan mudah memotong leher babihutan itu bagaikan sebuah pohon tebu yang sedang dipotong.
Namun, salah satu babihutan yang belum terkena serangan segera membalikkan badan dan dengan brutal menyerang punggung Indira yang tidak memliki pertahanan dari kekuatan kanuragan dan hanya pelindung kulit saja yang menerima serangan secara langsung itu.
“Hueg...”
Tubuh Indira terpental sekitar 5 langkah dan ia memuntahkan darah dari mulutnya. Babihutan itu melihat kearah Indira dan segera menyerang lagi. Indira mulai ketakutan karena serangan yang tidak ditahan oleh kekuatan kanuragan memubuat luka yang serius pada tubuhnya. Saat ini yang bisa ia lakukan hanyalah menyilangkan pedangnya di depan badan dan berharap seseorang membantunya.
Sreg...
Belum sempat babihutan itu mengenai badan Indira yang mulai melemas, Yuri dengan cepat melukai badan babihutan itu dengan pedangnya dan mengakibatkan luka yang dalam di pertunya.
Babihutan itu mulai marah dan dengan brutal mencoba menyerang Yuri. Babihutan itu tidak mengambil ancang-ancang yang jauh, sehingga serangannya tidak terlalu kuat dan dengan mudah Yuri menyerang titik fital di lehernya.
Babihutan itu tertusuk cukup dalam dan darah memuncrat dari arterinya. Tidak lama kemudian babihutan itu mati karena kekuarangan darah. Indira mulai tenang dan muka paniknya tak terlihat lagi. Kesadaran Indira mulai melemah, ia membaringkan tubuhnya di tanah karena mulai merasa lemah.
Yuri yang masih kecapekan karena kekuatan kanuragannya terkuras sangat banyak segera berlari ke arah Indira untuk memastikan keadannya.
Indira memang tidak mendapat luka luar yang terlalu serius. Hanya beberapa lecet ringan pada tangan dan kakinya karena terseret cukup jauh, tetapi luka dalam yang ia dapatkan karena dampak dari serangan kanuragan hewan buas itu membuat beberapa pembuluh darahnya pecah sehingga ia memuntahkan darah.
Yuri yang tak pikir panjang lagi segera membawa wanita itu ke Tetua Jayendra agar Indira mendapatkan ‘Obat Penyembuh’ yang dapat menyembuhkan beberapa luka dalam dan hampir semua luka luar tergantung dari tingkat obat itu.
“Masih bisa berjalan?”
Indira mencoba mengangkat tubuhnya, tetapi apa yang ia lakukan sia-sia. Sudah tak ada lagi kekuatan yang tersisa bahakan untuk sekadar berbicara.
“Tidak.”
“Kalau begitu biar aku gendong.”
Yuri menaruh tangannya di sela-sela bagian bawah tubuh Indira dan berkata, “Permisi.’ Kemudian ia mengankat wanita itu seperi seorang putri untuk kemudian ia bawa ke ‘Dalem Pendekar Utama’ milik Tetua Jayendra.
Selama Yuri menembus gelapnya hutan dengan sedikit kekuatan yang tersisa yang berada di tubuhnya, Indira tak melihat ke arah wajah Yuri secara langsung. Ia hanya melihat ke arah jalan yang akan dilewati oleh Yuri dengan wajah memerah dan terkadang melirik pada Yuri.
“Hahaha, ada apa?” tanya Yuri dengan bercanda.
“Bukan apa-apa!”
Pertanyaan yang diajukan oleh Yuri bukannya mengahancurkan kecanggungan yang sedari tadi sudah mengganggunya. Malahan saat ini keadaan semakin canggung dan muka Indira semakin memerah. Bahkan yang sebelumnya mata Indira sedikit-sedikit melirik pada Yuri, kini sudah tak pernah ia lakukan lagi. Kini Indira hanya fokus pada jalan yang ada di depannya.
“Eh?”
GLOSARIUM NUSANTARA 01
- Meditasi adalah mengumpulkan energi alam yang akan dibuah menjadi Energi Kanuragan dan akan dikumpulkan di Jantung. Selama meditasi gelang sabuk akan dikeluarkan dan akan mengelilingi tubuh. Ini bisa digunakan sebagai prisai juga.
- Murid Awal adalah murid yang baru masuk padepokan dan biasanya berada di tingkat putih.
- Padepokan adalah tempat belajar ilmu bela diri dan tempat untuk menjadi pendekar.
- Pendekar Utama adalah pendekar yang sudah mencapai tahap tertentu dan dijadikan pelatih oleh padepokan.
- Sabuk Kanuragan adalah perwujudan kekuatan kanuragan yang berada di jantung. Warna sabuk Kanuragan tergantung tingkatan kanuragan.
- Senjata Fisik Kanuragan adalah senjata yang akan terbentuk ketika kanuragan mencapai tahap Kuning.
- Yang Dipertuan Agungkan adalah gelar untuk pemilik padepokan.
0 comments