Pendekar Hitam Nusantara - Tetua Jayendra - Chapter 7


“Huft... Huft...”

Yuri sedang bermeditasi untuk memulihkan tubuhnya pasca serangan tadi malam. Memang tidak ada luka yang serius dan membahayakan untuk tubuhnya. Hanya saja menggunakan kekuatan kanuragan sebanyak itu membuat tubuh kelehan secara mental.

Memaksakan tubuh untuk mengeluarkan kekuatan kanuragan secara maksimal membuat seseorang pendekar kelelahan dan bahkan dapat berakibat pingsan ditempat bila sampai tidak ada satupun kekuatan kanuragan yang tersisa di tubuh. Ini memang tidak berbahaya bagi tubuh pendekar, hanya saja bila seseorang sampai pingsan di tempat terbuka tanpa adanya penjagaan tentu akan ada bahaya yang datang dari hal lainnya seperti binatang buas.

Saat ini yang sedang Yuri lakukan adalah mengisi kembali kekuatan kanuragan yang ada di tubuhnya dengan cara menyerap energi alam di sekitar. Bermeditasi adalah satu-satunya cara agar energi alam dapat diserap oleh tubuh dengan cepat.

Hari sudah semakin sore dan Yuri sudah selesai bermeditasi untuk hari ini. Meskipun belum sepenuhnya kekuatan kanuragannya terisi penuh dan hanya sekitar setengahnya, kecepatan menyerap energi alam yang dilakuakan oleh Yuri terhitung cepat bila dibandingkan pendekar lainnya.

Pendekar pada umumnya untuk memenuhkan kekuatan kanuragan memerlukan waktu sekitar satu minggu, sedangkan Yuri hanya beberapa hari saja. Hal ini yang menjadi penyebab mengapa Yuri dapat naik tingkat lebih cepat dibanding orang-orang yang seumurannya.

Yuri pergi keluar pondok meditasi dan menuju ke dalem pendekar yang saat ini ditingali oleh Indira. Pria itu ingin mengecek keadaan dari wanita yang tadi malam ia bawa ke dalem pendekar utama milik Tetua Jayendra agar mendapat obat penyembuh.

Obat penyembuh yang diberikan oleh Tetua Jayendra berwarna hijau yang berarti berada di tingkat emapat dalam urutan obat mistik. Obat yang cukup langka dan mahal bila dibandingkan nyawa seorang pendekar tingkat putih, tetapi untungnya Tetua Jayendara adalah orang yang baik dan lagipula ia adalah orang yang telah merawat Yuri sejak bayi.

Tetua Jayendra memanglah orang yang misterius. Tidak ada yang tahu berada di tingkat apa kanuragannya, tetapi yang para murid padepokam tahu bahwa ‘Yang dipertuan Agungkan’ atau pemimpin para pendekar utama di padepokan ini sangat menghormatinya.

Bila ada ujian murid, Tetua Jayendra pasti berada di dekat yang dipertuan agungkan. Bahkan pernah ada sebuah maslah yang cukup besar antara Tetua Jayendra dengan seorang pendekar utama lain dan yang dipertuan agungkan sangat melindungi Tetua Jayendra.

Waktu itu ada seorang murid menengah yang mencoba mencuri obat miliknya dan ketahuan olehnya. Murid itu langsung ia potong tangannya dan akhirnya ia tidak dapat menjadi pendekar lagi karena ia tidak dapat menggunakan senjata. Seseorang pendekar utama yang merawat anak itu langsung datang pada Tetua Jayendra untuk dimintai pertanggungjawban.

Namun, Tetua Jayendra menolak dan pendekar utama yang muridnya dipotong tangannya itu meminta yang dipertuan agungkan untuk menghukum Tetua Jayendra karena kelakukannya yang semena-mena.

Yang dipertuan agungkan tidak mengindahkan laporan itu dan malahan tetua yang melapor itu ia hukum karena tidak mengajari muridnya dengan benar hingga dapat mencuri seperti itu. Kejadian itu dikatakan sangat besar karena pendekar utama yang melaporkan itu adalah salah satu pendekar utama yang paling kuat di padepokan ini dengan kekuatan kanuragan di tingkat merah.

Setidaknya tingkat merah sudah dapat memimpin sebuah desa kecil dengan populasi setidaknya 1.000 jiwa atau lebih dan bahkan ada yang dapat memimpin sebuah negeri jika sudah mencapai tahap akhir. Sebuah kekuatan yang mengerikan untuk sebuah padepokan yang terpencil seperti ini.

Tetua Jayendra memang bisa dibilang kaya karena obat-obatan yang ia miliki cukup banyak. Seperti misalnya obat penyembuh yang ia berikan pada Indira. Obat itu berwarna hijau atau tingat empat dan setidaknya berharga 1.000 koin emas atau bila dibandingkan ia setidaknya dapat membeli sebuah desa dengan penduduk 100 orang keatas dan sekaligus bertahan tanpa takut kelaparan selama beberapa tahun dengan koin emas sebanyak itu.

Yuri yang tinggal bersamanya pun tidak terlalu tahu tentang Tetua Jayendra yang sesungguhnya. Kebersamaan diantara dua orang itu memang sudah bukan bagaikan pendekar utama dengan murid yang diajarkan, melainkan sudah seperti bapak dan anak.

Meskipun Yuri sudah menganggap Tetua Jayendra seperti orang tuanya, tetapi pendekar utama itu tetap merahasiakan beberapa atau bahkan banyak hal dari Yuri. Beberapa rahasia seperti keberadaan orang tua Yuri memang terpaksa ia sembunyikan demi kebaikan Yuri dan Yuri menyadari hal itu sehingga ia tidak keberatan dengan rahasia-rahasia yang tersembunyi dari tubuh yang tampak lemah, tetapi mengandung kekuatan yang tak terperkirakan itu.

Pada awalnya ketika Yuri datang bersama seorang wanita yang sudah mulai kehabisan banyak darah, Tetua Jayendra merasa kaget setelah melihat wajah wanita itu. Wajah Tetua Jayendra yang sebelumnya tampak tenang karena baru saja bermeditasi tiba-tiba berubah panik.

“Ar...,” belum sempat mengucapkan sebuah kata yang aneh, Tetua Jayendra segera berhenti dan pergi ke dalam dan mengambil obat penyembuhan.

"Ar?" entah apa maksudanya itu. Yuri merasa heran dengan kata-kata yang barusan Tetua Jayendra sebutkan. Namun, untuk saat itu Yuri tidak terlalu memikirkan dan ia merasa itu hanya kesalahan penyebutan dari nama Indira. Mungkin maksud Tetua Jayendra adalah, “Ra.” Mungkin karena terlalu panik maka ia salah menyebut nama.

Saat itu ada hal yang lebih penting dan Tetua Jayendra juga kembali dengan cepat membawa sebuah obat berwarana hijau. Setelah Indira menelan obat itu ia secara perlahan mulai membaik dan kedua orang yang sedikit tampak panik pada awalnya itu mulai berangsur-angsur tenang.



GLOSARIUM NUSANTARA 01
  1. Meditasi adalah mengumpulkan energi alam yang akan dibuah menjadi Energi Kanuragan dan akan dikumpulkan di Jantung. Selama meditasi gelang sabuk akan dikeluarkan dan akan mengelilingi tubuh. Ini bisa digunakan sebagai prisai juga.
  2. Murid Awal adalah murid yang baru masuk padepokan dan biasanya berada di tingkat putih.
  3. Padepokan adalah tempat belajar ilmu bela diri dan tempat untuk menjadi pendekar.
  4. Pendekar Utama adalah pendekar yang sudah mencapai tahap tertentu dan dijadikan pelatih oleh padepokan.
  5. Sabuk Kanuragan adalah perwujudan kekuatan kanuragan yang berada di jantung. Warna sabuk Kanuragan tergantung tingkatan kanuragan.
  6. Senjata Fisik Kanuragan adalah senjata yang akan terbentuk ketika kanuragan mencapai tahap Kuning.
  7. Yang Dipertuan Agungkan adalah gelar untuk pemilik padepokan.

You Might Also Like

0 comments